Tsukumogami adalah istilah untuk menyebut makhluk yōkai yang berasal dari alat-alat atau benda-benda mati. Tsukumogami terkenal sebagai alat-alat yang sudah tua yang menerima roh dan menjadi hidup, serta mengalami perubahan wujud. Contoh yōkai yang termasuk ke dalam tsukumogami adalah bakezōri, kasa-obake, chōchin obake, dan yaotome.

Tsukumogami, Yokai yang Berasal dari Alat-alat Tua 1

Dipahami oleh banyak sarjana Barat sebagai jenis makhluk yōkai dari Jepang, tsukumogami adalah konsep yang populer dalam cerita rakyat Jepang sejak abad kesepuluh, yang digunakan dalam penyebaran Buddhisme Shingon. Definisi istilah ini yang paling diterima mengatakan bahwa tsukumogami adalah alat yang telah digunakan selama 100 tahun yang menerima roh dan karena itu menjadi hidup dan memiliki kesadaran.

Mereka biasanya tidak berbahaya, meskipun mereka cenderung melakukan sedikit kejahilan. Namun, mereka juga bisa marah dan dapat berkumpul untuk membalas dendam terhadap orang-orang yang membuang mereka atau tidak memperlakukan mereka dengan baik. Untuk alasan ini, upacara jinja dilakukan di Jepang untuk menghibur benda-benda yang rusak dan/atau tidak dapat digunakan.

Menurut antropolog Jepang Komatsu Kazuhiko, gagasan tentang tsukumogami atau yōkai dari alat-alat sebagian besar tersebar pada Abad Pertengahan Jepang dan menurun pada generasi yang lebih baru. Komatsu menyimpulkan bahwa meskipun penggambaran dalam seni ukiyo-e periode Bakumatsu mengarah pada munculnya kembali gagasan tersebut, ini semua diproduksi di era yang terputus dari kepercayaan sebenarnya pada gagasan tsukumogami.

Tsukumogami, Yokai yang Berasal dari Alat-alat Tua 2

Hyakki Yagyō Emaki dari periode Muromachi

Karena istilah tersebut telah diterapkan pada beberapa konsep yang berbeda dalam cerita rakyat Jepang, masih ada beberapa kebingungan mengenai apa arti sebenarnya dari istilah tersebut. Saat ini, istilah tersebut secara umum dipahami untuk diterapkan pada hampir semua objek “yang telah mencapai ulang tahunnya yang ke-100 dan dengan demikian menjadi hidup dan punya kesadaran diri” meskipun definisi ini tiada tanpa kontroversi.

Menurut versi beranotasi dari The Tales of Ise yang berjudul Ise Monogatari Shō, ada teori yang berasal dari Onmyōki yang mengatakan bahwa rubah dan tanuki, di antara makhluk lainnya, yang telah hidup setidaknya selama seratus tahun dan berubah wujud dianggap tsukumogami.

Di zaman modern, istilah tsukumogami juga dapat ditulis 九十九神 (secara harfiah sembilan puluh sembilan kami), untuk menekankan usia tua.

Sejarah dan Etimologi Tsukumogami

Tsukumogami, Yokai yang Berasal dari Alat-alat Tua 3

A New Collection of Monsters 新板化物つくし, 1860

Kata つくも髪, yang juga diucapkan tsukumogami, muncul dalam puisi waka di abad ke-9 The Tales of Ise, seksi 63. Ini adalah gabungan dari つくも tsukumo, yang tidak diketahui artinya, dan 髪 kami (rambut). Dalam puisinya itu mengacu pada rambut putih seorang wanita tua, jadi tsukumo telah ditafsirkan sebagai makna “tua,” sering kali secara metafora direpresentasikan sebagai sembilan puluh sembilan tahun.

Elemen 髪 kami (rambut) adalah homofon dari 神 kami (roh). Keduanya dapat diucapkan -gami dalam kata majemuk. Jadi, kata tsukumogami menjadi berarti roh 99 tahun. Representasi kanji 付喪神 untuk tsukumogami dalam pengertian ini berasal dari otogizōshi periode Tenpō, sebuah emakimono yang disebut Tsukumogami Emaki. Menurut emaki ini, suatu alat, setelah berlalunya 100 tahun, akan menumbuhkan roh (kami), dan dengan perubahan ini alatnya akan menjadi tsukumogami. Emaki ini memiliki keterangan yang menyatakan bahwa kata tsukumo juga dapat ditulis dengan kanji 九十九, yang berarti ‘sembilan puluh sembilan’ (tahun).

Di luar penggunaan ini, kata tsukumogami tidak dibuktikan dalam literatur yang sintas pada waktu itu, sehingga penggunaan historis dari istilah itu sendiri belum diturunkan secara rinci. Biarpun begitu, konsepnya dapat ditemukan di berbagai macam sumber lain. Dalam koleksi seperti Konjaku Monogatarishū periode Heian akhir, ada kisah tentang benda-benda yang memiliki roh, dan dalam emakimono Bakemono Zōshi, ada kisah tentang sebuah chōshi (wadah saji saké), orang-orangan sawah, dan benda-benda mati lainnya berubah menjadi monster, tetapi kata tsukumogami itu sendiri tidak muncul.

Tsukumogami, Yokai yang Berasal dari Alat-alat Tua 4

Bagian dari Bakemono Zōshi, yang menunjukkan yōkai orang-orangan sawah. Sumber: https://collections.mfa.org

Tsukumogami Emaki menjelaskan bagaimana suatu benda akan ditempati oleh roh setelah seratus tahun, sehingga orang akan membuang benda-benda tua sebelum mereka menjadi seratus tahun, yang disebut “susu-harai” (煤払い). Dengan melakukan ini, mereka mencegah benda-bendanya menjadi tsukumogami, tetapi menurut keterangan dari emaki ini, tertulis bahwa yang “setahun dari seratus,” dengan kata lain, benda-benda yang berumur “tsukumo” (sembilan puluh sembilan), akan menjadi marah dan menjadi yōkai dengan beberapa cara selain hanya berlalunya waktu, dan kemudian menyebabkan keributan.

Sejak awal, gagasan menjadi yōkai pada usia seratus atau sembilan puluh sembilan tahun tidak perlu dipahami secara harfiah. Angka itu dapat mewakili gagasan bahwa manusia, tumbuhan, hewan, atau bahkan alat-alat akan memperoleh sifat spiritual begitu mereka menjadi tua secara signifikan, dan dengan demikian memperoleh kekuatan untuk mengubah diri mereka sendiri.

Menulis tsukumo sebagai 九十九 (“sembilan puluh sembilan”) tidak hanya mengacu pada angka, karena kata itu telah digunakan sejak lama secara luas berarti “banyak” (banyak hal). Para yōkai yang digambarkan bukanlah benda yang memperoleh kekuatan untuk mengubah diri mereka sendiri karena telah digunakan untuk waktu yang lama, melainkan benda yang dibuang tepat sebelum itu, yang menjadi yōkai melalui beberapa cara yang berbeda.

Mitōhan

Kesan Episode 3 Mobile Suit Gundam Penyihir dari Mercury – Sudah Terlalu Berbahaya Sebagai Karakter LGBT. Dia Bakalan Ngeharem cooookkk

Previous article

Manga Hentai Fuufu Koukan Mendapatkan Anime TV

Next article

Komentar

You may also like