Administrator situs pembajakan Mangamura adalah Romi Hoshino yang sudah ditangkap polisi pada tahun 2019


Pengadilan Distrik Fukuoka menjatuhkan vonis bersalah pada hari Rabu (2/6) kepada Romi Hoshino, alias Zakay Romi, tersangka administrator situs pembajakan manga berbahasa Jepang Mangamura, atas tuduhan pelanggaran hak cipta dan menyembunyikan hasil kejahatan. Hoshino yang berusia 29 tahun dijatuhi hukuman tiga tahun penjara, denda 10 juta yen (sekitar Rp1.303.490.685), dan denda tambahan 62 juta yen (sekitar Rp8.084.500.250). Denda yang disebutkan terakhir didasarkan pada pendapatan 62 juta yen yang diperoleh Hoshino dari situs dan disetorkan ke akun bank asing.

Seorang perwakilan dari Shueisha mengadakan konferensi pers setelah putusan, dan menyatakan mereka percaya hukuman itu tepat, dan berharap putusan itu akan berfungsi sebagai pencegah. Perwakilan itu juga mengatakan, “jika karya yang telah mereka ciptakan dengan memberikan segalanya diberikan secara cuma-cuma, itu merusak fondasi penciptaan karya yang menarik.”

Informasi Selengkapnya Terkait Kasus Pembajakan Mangamura

pembajakan Mangamura q1

Situs Mangamura diluncurkan pada tahun 2016. Pihak berwenang Jepang mengungkapkan pada bulan Mei 2018 bahwa mereka secara aktif menyelidiki Mangamura setelah Kodansha dan penerbit lainnya mengajukan pengaduan pidana ke departemen kepolisian pada musim panas hingga musim gugur 2017.

Pemerintah Jepang secara resmi meminta penyedia layanan internet di Jepang untuk memblokir akses ke tiga situs manga bajakan termasuk Mangamura pada bulan April 2018. Mangamura kemudian menjadi tidak dapat diakses pada 17 April 2018. Namun, surat kabar Asahi Shimbun melaporkan pada hari yang sama bahwa situs tersebut tidak ditutup karena pemblokiran situs dari penyedia layanan Internet. Menurut sumber surat kabar dari penyedia layanan, tindakan itu tidak mungkin dilakukan oleh siapa pun selain dari administrator situs.

Hoshino tinggal di Filipina pada tahun 2019, dan Biro Imigrasi Filipina menahannya pada bulan Juli tahun itu, dan mengekstradisinya ke Jepang pada bulan September di tahun yang sama. Polisi juga menangkap orang lain yang diduga terkait Mangamura bernama Wataru Adachi pada bulan Agustus 2019, serta dua orang lainnya: seorang pria berusia 26 tahun bernama Kōta Fujisaki, dan seorang wanita berusia 24 tahun bernama Shiho Itō, yang keduanya dilaporkan berteman dengan Hoshino. Fujisaki mengaku bersalah, sementara Itō mengaku tidak bersalah dalam dakwaan mereka pada bulan September 2019.

Menurut Content Overseas Distribution Association (CODA) Jepang, antara September 2017 dan Februari 2018, para pengguna mengakses Mangamura sekitar 620 juta kali. Asosiasi itu memperkirakan bahwa ini menyebabkan kerusakan senilai 319,2 miliar yen kepada pemegang hak cipta di Jepang selama waktu itu.

Sumber: Nikkei, TV Asahi News via ANN

Mitōhan

Anime Tantei wa Mou, Shindeiru Resmi Mendapatkan Lisensi dari Muse Asia

Previous article

Akatsuki, DMM.com, The Anime Times Company, Kadokawa Berinvestasi di MyAnimeList

Next article

Comments

More in Industry

You may also like