P.A. Works telah mengumumkan bahwa mereka dan Filmarks akan menayangkan kembali film Maquia – When the Promised Flower Blooms (Sayonara no Asa ni Yakusoku no Hana o Kazarō atau Sayoasa) di 70 bioskop di Jepang untuk delapan hari mulai 23 Februari, untuk merayakan ulang tahun kelima film ini.

Film Anime Sayoasa Ditayangkan Kembali di Jepang Mulai 23 Februari 1

Film ini tayang perdana di Jepang pada Februari 2018 dan berhasil menjual 32.000 tiket di 76 bioskop untuk memperoleh 48 juta yen serta menduduki peringkat ke-5 pada akhir pekan pembukaannya.

Film ini merupakan debut penyutradaraan dari penulis naskah anime Mari Okada (penulis naskah Kokosake dan anohana). Dia menulis naskah film ini di P.A. Works.

Akihiko Yoshida dikreditkan dengan desain karakter orisinal. Toshiya Shinohara menjadi kepala pengarah. Yuriko Ishii mendesain karakternya untuk animasi dan menjadi kepala pengarah animasi. Kazuki Higashiji menjadi pengarah seni, dan Tomoaki Okada bertanggung jawab atas desain seni dan desain konsep. Kenji Kawai menggubah musiknya, dan Kazuhiro Wakabayashi menjadi pengarah suara.

Dalam cerita film ini, Maquia berasal dari sebuah klan yang semua anggotanya berhenti menua di usia pertengahan belasan tahun. Dia tidak memiliki orang tua dan, meskipun hari-harinya damai, dia merasa kesepian. Kedamaian mereka hancur ketika sebuah pasukan menyerang, mencari rahasia keabadian kaumnya. Leilia, gadis tercantik di klannya, diculik, dan anak laki-laki yang diam-diam disukai Maquia menghilang. Maquia berhasil melarikan diri, tetapi dia kehilangan teman-teman dan rumahnya. Mengembara sendirian di hutan, dia menemukan Ariel, seorang bayi laki-laki yang kehilangan orang tuanya. Kisah ini mengikuti perubahan hubungan antara keduanya saat Ariel tumbuh dewasa dan Maquia tidak.

Mitōhan

Megumi Han dan Chikahiro Kobayashi Akan Berperan dalam Anime Trigun Stampede

Previous article

Proyek Gamera -Rebirth- Terungkap sebagai Anime 6 Episode

Next article

Comments

More in Anime

You may also like