Episode kali ini rupanya lebih menegangkan dari biasanya. Menariknya lagi, episode ini akhirnya menjadi episode yang berdarah sejak episode prolog dirilis.
Di sini kita juga diberikan fakta lebih jelas untuk “Elan” yang selama ini mendiami Peil Technologis. “Elan” yang mendiami perusahaan ini hanyalah Elan palsu yang dibuat khusus untuk mengendari Gundam. Sedangkan Elan yang asli bersembunyi dari tampilan publik.
Tentu saja, alasan kenapa Elan asli membuat sebuah “Elan”, karena dia tidak ingin mengendarai Gundam yang teknologinya masih merusak manusia.
Meskipun kesannya klise banget untuk tujuannya. Tapi ini tidak mengubah fakta bahwa kita harus mengasihi “Elan” yang dijadikan bahan percobaan untuk mengendari Gundam.
“Elan” awal yang kita temui kehilangan semuanya. Mulai dari keluarga, teman, bahkan kasih sayangnya dari orang tua. Elan dijadikan layaknya “robot” untuk mengendarai Gundam yang masih merusak manusia. Kemungkinan, “Elan” yang lainnya yang menunggu giliran mereka hadir juga bernasib sama.
Meskipun Suletta tidak mengetahui itu, dia tetap berusaha membuat “Elan” yang selama ini bergerak layaknya “robot”, ingin dimanusiakan oleh Suletta layaknya teman. Seperti halnya yang dia lakukan kepada Lfrith dan Aerial sejak kecil.
Oh ya, bicara soal menjadikan “robot” sebagai teman, anime ini juga menampilkan Aerial yang benar-benar hidup seperti manusia karena “Elan” melihat penampakan “jiwa manusia”nya Aerial. Meskipun kesannya agak horror sih karena aku nggak suka ada suara anak-anak terdengar di latar belakang, kayak hantu kwkwkwkkw.

Bayangan “jiwa manusia” Aerial
Lebih menyedihkannya? Seperti halnya di prolog, Episode ini di akhiri dengan sebuah lagu pembawa bendera merah, yaitu lagu selamat ulang tahun. Dimana Suletta harus kehilangan ayahnya saat menyanyikannya, sekarang Suletta kehilangan “Elan” palsu yang dia temui sejak episode 2.
Lagu Ulang Tahun sekarang akan menjadi lagu pembawa sial oleh Suletta Mercury,
Comments