Sinopsis:
Bangsawan bayangan tak berwajah yang tinggal di sebuah rumah besar, dihadiri oleh boneka hidup yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka membersihkan jelaga yang dipancarkan oleh tuan misterius mereka tanpa henti.
Kisah Emilyko, boneka hidup yang muda dan ceria, saat ia mempelajari tugasnya sebagai pelayan Kate Shadow-sama.
Anime Shadows House akhirnya mulai tayang pada hari Minggu (11/4) di channel Tokyo MX, BS11, Gunma TV, dan Tochigi TV.
Episode ke-3 telah ditayangkan pada hari Minggu (25/4). Pada episode sebelumnya, kita diperlihatkan dengan penampilan bagian luar ruangan milik Kate, tepatnya beberapa ruangan dan halaman dari mansion dari keluarga Shadow. Emilyko juga telah bertemu dengan beberapa kenalan baru selama bersih-bersih di luar ruangan.
Preview episode ke-3 yang ditampilkan pada akhir episode 2 menampilkan judul “Penyakit Butiran Arang”. Kira-kira seperti apakah cerita-nya?
Baca juga: [Review] Shadows House – Episode 2
Episode 3:
Hari ini Emilyko akan mulai belajar tentang bagian-bagian ruangan mansion, serta detail tentang kebersihan di mansion yang perlu ia ketahui. Ia akan dibimbing oleh 3 rekan-nya yang sebelumnya, yaitu Rosemary, Mia, dan Lou.
Sesaat ketika Emilyko bertemu dengan Mia, ia merasa sedikit takut. Ia ingin memastikan pendapat Mia terhadapnya, dan Mia pun menjelaskan bahwa kejadian dimana Emilyko yang direndahkan oleh Mia tersebut adalah merupakan bagian dari emosi Sarah, bukan dirinya.
Setelah mereka berempat berkumpul, mereka mulai keliling sekitar ruangan mansion. Banyak tempat dan ruangan yang mereka kunjungi, seperti ruang kelas, ruangan alat bersih-bersih, dan juga mereka sempat melewati beberapa ruangan yang ditandai oleh penghalang. Emilyko sedikit bertanya-tanya ada apa di ruangan tersebut. Lou hanya menjelaskan jika ruangan-ruangan tersebut menuju ke suatu tempat, dan tidak menjelaskan informasi lebih detail tentang isi ruangan-nya dikarenakan informasi yang dibatasi.
Di sela-sela pembelajaran mereka, tiba-tiba sebuah lonceng peringatan darurat berbunyi. Rosemary berasumsi bahwa itu kemungkinan adalah bahaya serangan hantu.
Hantu disini adalah kumpulan arang-arang yang dapat bergerak seperti benda hidup, dan memiliki sifat negatif. Para boneka hidup termasuk Emilyko dan teman-temannya ikut membantu untuk melawan hantu ini.
Hantu tersebut sempat dihancurkan oleh senjata palu yang dibawa oleh beberapa boneka, namun menghancurkan hantu tersebut membuatnya menjadi potongan-potongan kecil, kemudian makin beregenerasi menjadi lebih banyak.
Hantu-hantu kecil ini berlari ke sebuah ruangan. Emilyko dan teman-temannya mengejar hantu tersebut ke dalam ruangan tersebut. Saat sedang berada di ruangan tersebut, mereka mulai mencari dimana hantu tersebut bersembunyi. Namun ketika sedang mencari-nya, tiba-tiba ada hantu yang ingin menyerang Emilyko dari belakang. Ia pun dilindungi oleh Rosemary, namun na’as seluruh bagian kepala Rosemary ditutupi oleh hantu butiran arang tersebut.
Emilyko menyiram hantu tersebut dengan vas berisikan air. Ia diberitahu oleh Lou bahwa arang-arang hidup bisa rapuh dengan disiram oleh air. Akhirnya Rosemary pun bisa selamat.
Namun meskipun selamat, Rosemary terkena penyakit arang, dan sifat-nya jadi aneh seperti zombie. Ia pun ditangani oleh para tim medis dan dibawa ke ruang perawatan.
Setelah melihat kepergian Rosemary, mereka bertiga melanjutkan bersih-bersih di ruangan tempat kejadian melawan hantu tersebut. Meskipun tidak menyelesaikan pelajaran hingga akhir dikarenakan serangan hantu dadakan, Emilyko mendapatkan suatu pelajaran berharga, yaitu mereka harus rajin bersih-bersih agar kejadian yang sama tidak terulang.
Pagi hari berikut-nya, seperti biasa Emilyko bangun dan bersiap-siap untuk menjalani tugas bersih-bersih. Namun pagi ini ia dikejutkan dengan Pacchan, boneka buatan tangan kesayangan-nya bisa melompat sendiri dari meja ke lantai.
Emilyko awalnya kaget, dan tidak menyangka Pacchan juga bisa bergerak. Namun Pacchan tidak bergerak lagi setelahnya. Emilyko pun sedikit heran, dan mungkin ia masih bermimpi. Padahal ia yakin tadi melihat Pacchan melompat.
Hari ini Emilyko, Mia, dan Lou mulai bersih-bersih di sebuah tempat mandi bersama (tentunya terpisah untuk laki-laki dan perempuan). Kamar mandi ini bisa dimuat untuk dua orang. Emilyko akan mandi dengan Mia, dan Lou akan mencari pasangan lain.
Setelah mereka mandi bersama, Rosemary mendatangi mereka dengan keadaan yang sudah sehat.
Emilyko menceritakan keseharian-nya pada tuannya Kate. Mendengar kisah dari Emilyko, Kate tidak tahu kalau arang-arang bisa menjadi hantu dan bergerak. Namun selain itu, Kate juga sempat membahas jika boneka milik-nya yang diletakkan di rak telah berpindah posisi. Ia menganggap bahwa Emilyko lah yang telah memindahkan boneka tersebut. Namun Emilyko mengatakan bahwa Pacchan juga dapat bergerak.
Kate merasa hal itu tidak mungkin, namun benar saja, tiba-tiba saat Kate sedikit membentak dan mengeluarkan arang emosional, Pacchan melompat keluar dari kantong pakaian Emilyko.
Kate awalnya kaget mengapa bisa demikian. Usut punya usut, ternyata di dalam boneka milik Kate dan di dalam Pacchan milik Emilyko terdapat arang yang dimasukkan oleh Emilyko saat membuat boneka tersebut. Hal ini dilakukannya karena kekurangan kapas saat membuat boneka tersebut.
Di akhir cerita Kate memperlihatkan kemampuan-nya untuk mengalirkan butiran arang seperti aliran air. Ia memperlihatkannya pada Emilyko dan memperingatkan untuk tidak memberi tahu siapapun akan hal tersebut.
Review:
1. Epilog
Setelah lagu penutup, terdapat epilog yang menampilkan sosok Shadow yang tengah berdiskusi. Dalam diskusi tersebut juga terlihat ada 3 orang yang sepertinya juga boneka hidup, karena mereka berwujud manusia. Belum diketahui siapakah para Shadow ini serta 3 orang yang berada dalam diskusi tersebut.
Jika dilansir saat pengenalan karakter, itu adalah Edward. Belum diketahui sifat dari Edward seperti apa, namun dilihat dari sifatnya yang sempat menunjukkan senyum licik, sepertinya orang ini adalah tokoh antagonis.
2. Sifat Rosemary, Mia, dan Lou
Ketiga tokoh ini muncul pada episode 2. Pada episode ke-3, kita disini sudah bisa melihat sedikit bagaimana watak dari ketiga tokoh tersebut. Seperti Rosemary yang mimin nilai memiliki sifat seperti ibu-ibu, kemudian Mia yang menurut mimin memiliki sifat yang baik, namun terkadang tidak ingin repot dan sepertinya mudah emosi, namun juga cukup perhatian. Dan Lou, karakter pendiam yang sebenarnya bisa bertingkah aneh secara tidak langsung.
3. Suasana dramatis ketika melawan hantu
Yap, suasana disini mungkin cukup bikin penonton tegang, dalam artian mulai fokus dengan adegan-nya dan mungkin sesaat dapat menghilangkan ngantuk karena terlalu banyak percakapan di awal-awal cerita. Namun nuansa tegang disini sebenarnya tidak begitu menegangkan apabila kalian melihat tingkah Emilyko, Mia, dan yang paling aneh adalah Lou.
Seperti yang mimin katakan bahwa Lou yang pendiam, dan terkadang bertingkah aneh secara tidak langsung, hal ini diperlihatkan ketika ia diminta untuk memukul kepala Rosemary yang dikerumuni arang, namun Lou malah memukul pundak Rosemary, bahkan sangat pelan.
Selain itu juga saat ia ingin menyemprot arang tersebut, namun jangkauan-nya tidak sampai. Padahal secara instan ia bisa melempar langsung isi air yang ada di dalam semprotan seperti yang dilakukan oleh Emilyko saat menyiram dengan vas bunga. Namun sebenarnya Lou sendiri sudah menjelaskan, bahwa hal tersebut tidak ter-pikirkan oleh-nya. Mungkin bisa kita simpulkan jika Lou memiliki sifat yang lama dalam berpikir.
4. Debut Shadow dengan boneka hidup-nya
Di episode ini sempat dijelaskan bahwa Shadow dan boneka hidup-nya akan melakukan debut untuk dinilai kecocokan mereka. Jika gagal bersikap selayaknya boneka hidup, mereka akan dibuang. Saat ini belum dijelaskan apakah ada dari para kandidat yang gagal ketika melakukan debut, karena informasi tersebut dibatasi. Saat ini yang diketahui belum melakukan debut adalah Emilyko dan Lou.
Kalau mimin nilai sepertinya yang belum melakukan debut adalah 5 boneka baru yang ditayangkan pada awal episode, yang mana salah satunya adalah Emilyko. Bisa dibilang 5 boneka yang ada di bagian ending anime. Namun ini masih sebatas pendapat, dan belum ada kepastian mengenai hal ini, dan mungkin kita akan tahu jawabannya di episode yang akan datang.
5. Bekas luka di punggung Mia
Saat mandi bersama Emilyko, kita diperlihatkan dengan bagian belakang punggung Mia yang memiliki banyak bekas luka. Sepertinya ia tidak diperlakukan dengan baik oleh majikannya, atau mungkinkah ada hal lain?
Emilyko sendiri tidak menanyakan apapun saat melihat bekas luka tersebut. Keputusan yang tepat menurut mimin sendiri, mengingat Mia terkadang mudah emosi.
6. Pesan Moral
Anime ini, ter-khususnya episode ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga kebersihan. Lingkungan yang kotor dapat mengundang makhluk yang tidak diundang datang ke tempat kita. Buat para pembaca, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan ya~
Next Episode:
Episode selanjutnya akan berjudul “Pengawas di Malam Hari”. Sepertinya akan menyajikan nuansa yang gelap nih di episode selanjutnya. Mari kita nantikan kelanjutan episode selanjutnya~!
Comments