Sinopsis:
Bangsawan bayangan tak berwajah yang tinggal di sebuah rumah besar, dihadiri oleh boneka hidup yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka membersihkan jelaga yang dipancarkan oleh tuan misterius mereka tanpa henti.
Kisah Emilyko, boneka hidup yang muda dan ceria, saat ia mempelajari tugasnya sebagai pelayan Kate Shadow-sama.
Anime Shadows House akhirnya mulai tayang pada hari Minggu (11/4) di channel Tokyo MX, BS11, Gunma TV, dan Tochigi TV. Anime ini memiliki sebuah teaser yang membuat penonton berpikir bahwa anime ini kemungkinan akan ber-genre horror atau pun misteri, namun kenyataan-nya ini adalah anime Slice of Life, disisipkan dengan genre Supernatural.
Berdasarkan sinopsis, anime ini mengisahkan seorang boneka yang hidup berdampingan dengan sosok bayangan yang bentuknya sangat mirip dengan boneka tersebut. Seperti apa kisah-nya?
Episode 1:
Berlatar di sebuah rumah bergaya Eropa, kita diperlihatkan dengan sosok karakter yang tak berwajah, berwarna hitam seperti bayangan dan memakai pakaian layaknya para bangsawan. Mereka menjalani kehidupan layaknya sebuah keluarga besar yang berkumpul dalam suatu rumah.
Keseharian yang damai tersebut terpotong dengan kedatangan sebuah kereta yang mengantarkan para boneka hidup yang akan melayani para keluarga Shadow. Para boneka ini melakukan kontrak dengan meminum air berwarna hitam, kemudian mereka melakukan sumpah untuk melayani para Shadow dan mereka pun ditempatkan dalam keadaan tidak sadar di dalam sebuah kotak besar.
Sosok boneka yang bangun pertama kali bangun boneka gadis berambut pirang panjang dan bermata biru. Ia keluar dari kotak, mengganti pakaian, dan mencoba berkeliling melihat-lihat ruangan sekitar. Ia memiliki sifat yang riang dan semangat, namun kadang terlalu berlebihan dan sedikit ceroboh.
Ia bertemu dengan sosok tuan-nya bernama Kate di ruang tengah. Ia memperkenalkan diri pada Kate, namun ia masih belum memiliki nama. Kate pun berpikir untuk memberi nama pada pelayan baru-nya tersebut, namun masih belum terpikir nama yang pas untuk-nya. Akhirnya Kate akan memikirkan masalah tersebut di lain waktu.
Hari-hari si boneka hidup berjalan biasa saja. Melayani nona Kate dan membersihkan rumah. Boneka hidup tersebut sering kali memandang sosok Kate karena penasaran, namun Kate sangat tidak suka jika dipandang atau diperhatikan. Ia kadang merasa gelisah, dan ketika ia gelisah, di atas kepala-nya akan keluar arang yang beterbangan dan bisa membuat kotor ruangan.
Boneka pelayan Kate sering kali ceroboh dalam bertindak, namun untung-nya Kate adalah sosok tuan yang sabar. Ia tidak pernah marah berapa kali pun pelayan-nya tidak sengaja merusak artefak dan hiasan rumah. Ia pun juga tidak ragu memberikan sebuah roti yang harusnya menjadi makanan-nya kepada sang boneka pelayan, karena boneka tersebut belum makan dari pagi.
Terkadang Kate merasa bosan dengan aktivitas-nya. Ia mengajak pelayan-nya untuk bermain kartu, namun pelayan tersebut tidak tahu bahasa yang ada di kartu tersebut. Akhirnya Kate pun mengajari pelayan-nya agar bisa membaca bahasa tersebut. Kate mengatakan jika pelayan-nya bangun 1 jam lebih pagi, ia akan mengajari lagi hal-hal lain di hari esoknya. Pelayan tersebut pun sangat bersemangat, dan berniat untuk bangun lebih pagi, namun sayang-nya yang ada sang pelayan malah bangun kesiangan.
Sang pelayan merasa banyak kesalahan dalam menjalani aktivitas-nya. Ia pun bertanya pada Kate apakah ia merupakan “boneka yang cacat?”. Kate tidak merasa demikian, dan malah berniat me-rias wajah pelayan-nya dengan kosmetik.
Terakhir setelah mendandani pelayan-nya, ia sempat teringat bahwa pelayan-nya itu belum memiliki nama. Ia berpikir untuk menggunakan nama yang sama dengan nama penulis buku yang sering dibaca-nya. Nama tersebut adalah Emily, yang memiliki sifat yang mirip dengan pelayan tersebut. Namun Kate merasa sedikit aneh jika melihat seorang Emily bertingkah seperti pelayan-nya tersebut. Akhirnya, Kate pun menambahkan kata “ko” di ujung namanya, dan nama untuk pelayan-nya tersebut adalah “Emilyko“. Pelayan tersebut menyukai nama tersebut dan menerima nya dengan senang hati.
Karakter:
Episode pertama pada anime baru ini baru menampilkan main character Kate dan Emilyco. Pemeran utama yang lain sempat terlihat meskipun hanya terlihat badan-nya saja, dan belum menampilkan wajah. Karakter pada anime ini digambarkan dengan sosok yang menyerupai karakter gothic. Untuk kalian yang menyukai desain karakter seperti ini, anime ini bisa jadi cocok untuk kalian.
Kalau melihat sosok Kate dan Emilyco, mimin jadi teringat dengan sosok Rin dan Nadeshiko dari Yuru Camp. Sifat Rin yang sabar menanggapi Nadeshiko cukup familiar dengan sifat Kate yang sabar menanggapi Emilyco.
Plot:
Di akhir episode kita diperlihatkan dengan sosok orang yang berada di luar ruangan tempat Kate dan Emilyco berada. Orang tersebut dilambai oleh Emilyco, namun orang tersebut melihat dengan wajah yang sedikit merasa tidak senang. Kemungkinan pada episode selanjutnya kita akan diperlihatkan bagaimana keadaan dan suasana di luar ruangan Kate dan Emilyco.
Meskipun ini adalah anime Slice of Life, tapi anime ini cukup memberi sedikit misteri yang membuat kita penasaran dengan episode selanjutnya.
Latar:
Latar dan warna keseluruhan anime ini cukup gelap. Wajar saja karena sepanjang episode pertama mereka hanya di dalam ruangan saja. Dekorasi warna pada dinding dan benda-benda di dalam rumah umumnya berwarna merah, dan warna tersebut menyatu dengan busana yang dikenakan Kate. Hal ini membuat Kate sedikit tidak terlihat, apalagi sosok-nya yang hitam pekat seperti bayangan.
Next Episode:
Episode selanjutnya adalah “Diluar Ruangan”. Yap, bisa jadi untuk episode selanjutnya kita akan diperlihatkan bagaimana tampilan latar yang terdapat di luar ruangan, dan mungkin misteri tentang sosok orang yang dilihat oleh Emilyco dan beberapa pertanyaan kalian tentang sosok karakter lain di anime ini bisa terungkap di episode selanjutnya!
Nah, bagaimana pendapat kalian tentang episode pertama anime baru ini? Apa diantara kalian ada yang sudah mengikuti cerita lewat manga-nya? Silakan komentar ya~
Comments